MENIMBANG HITAM DAN PUTIH PEMBELAJARAN VIA DARING DI TENGAH PANDEMI VIRUS CORONA


MENIMBANG HITAM DAN PUTIH PEMBELAJARAN VIA DARING
DI TENGAH PANDEMI VIRUS CORONA


            Pandemi Covid-19 atau yang lebih dikenal dengan sebutan virus corona masih menjadi bahasan yang hangat belakangan ini. Bagaimana tidak, virus yang mulai menyasar ke Negara Indonesia sekitar pertengahan Bulan Maret Tahun 2020 ini bukanlah virus yang main-main. Tak tanggung-tanggung, menurut data yang disampaikan Achmad Yurianto selaku Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19,  jumlah pasien akibat virus ini per tanggal 7 April 2020 telah tercatat mencapai angka 2.738 orang. Dari jumlah itu, 204 pasien sembuh, dan 221 orang di antaranya telah meninggal dunia (CNN Indonesia, 2020). Untuk menekan penyebaran virus ini, sampai sekarang Pemerintah Indonesia masih tetap kukuh mengeluarkan kebijakan dan imbauan, agar masyarakat Indonesia tetap tinggal di rumah, dan segala aktivitas yang memungkinkan pertemuan langsung diminimalisir. Kebijakan ini pun berlaku di berbagai bidang dan sektor kehidupan masyarakat Indonesia, tak terkecuali juga merambah ke dunia pendidikan. 

            Dunia Pendidikan yang juga terkena imbas dari pandemi virus corona ini pun mencari solusi agar proses pembelajaran bisa tetap berlangsung di tengah keterbatasann untuk bertemu secara langsung. Terkait hal tersebut, institusi pendidikan terkait, terutama Perguruan Tinggi memberikan solusi dari masalah tersebut berupa pembelajaran di rumah masing-masing lewat online atau daring (dalam jaringan). Solusi ini didukung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim, lewat keteranganya di media Tribunnews.com dengan judul Mendikbud Nadiem Dorong Pembelajaran Daring Bagi Kampus di Wilayah Terdampak Corona tanggal 16 Maret 2020 yang lalu, dirinya mengatakan mendukung penuh keputusan para pimpinan Perguruan Tinggi untuk mengadakan kegiatan perkuliahan dengan pembelajaran via daring (dalam jaringan) dari rumah masing-masing demi pencegahan penyebaran virus corona (Hasanudin, 2020). Untuk itu, pembelajaran via daring pun masih diberberlakukan hingga sekarang. 

 Contoh Pembelajaran Via Daring Lewat Aplikasi Zoom oleh Dosen Beserta Mahasiswa Pendidikan Agama Hindu Semester II Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa
        
                 Pembelajaran via daring merupakan proses pembelajaran yang memanfaatkan kecanggihan teknologi dan informasi melalui penggunaan aplikasi video conference atau berbagai aplikasi pembantu lainnya yang memungkinkan terjadinya komunikasi antara pendidik dan peserta didik yang dibarengi dengan pemberian materi pembelajaran terkait, yang akan dibahas dalam proses pembelajaran. Sejauh ini, pembelajaran via daring ini dirasa cukup efektif dalam memberikan solusi agar proses pembelajaran bisa berjalan sebagaimana mestinya, walaupun di tengah keterbatasan untuk bertemu. Guru, Dosen, atau pendidik lainnya tetap dapat mengajar dan memberikan materi untuk peserta didiknya, begitupun juga siswa, mahasiswa, maupun peserta didik lainnya tetap dapat belajar dan memperoleh materi yang diajarkan oleh pendidik.  Sehingga dalam hal ini, peserta didik maupun pendidik tetap dapat melaksanakan kewajibannya sekaligus memperoleh haknya walaupun di tengah pandemi virus corona saat ini. Selain itu, manfaat lain yang bisa dirasakan adalah peserta didik maupun pendidik dipaksa menjadi semakin terbuka dan melek akan perkembangan teknologi dan informasi. Apalagi seiring dengan perkembangan zaman  saat ini, teknologi dan informasi juga akan semakin berkembang, dan kehidupan manusia tidak akan bisa lepas dari kedua hal tersebut (Limanjaya, 2017). Sehingga pemanfaatan teknologi dan informasi lewat pembelajaran via daring dirasa sangat bermanfaat untuk menambah wawasan dan kecakapan masyarakat terutama pendidik dan peserta didik akan pemanfaatan media teknologi dan informasi tersebut di era saat ini, yang nantinya hal tersebut bisa dimanfaatkan lagi untuk bidang kehidupan lainnya selain pendidikan.

            Seperti pisau berbilah dua, pembelajaran via daring juga memiliki beberapa kekurangan. Karena memanfaatkan sarana teknologi dan informasi lewat video conference, tentu saja ada beberapa hal yang diperlukan dan dikorbankan oleh pendidik maupun peserta didik agar pembelajaran via daring ini berlangsung dengan baik. Pengorbanan itu yaitu berupa sarana teknologi berupa smartphone atau laptop dan juga sinyal beserta paket data yang memadai. Mendapatkan segala keperluan itu secara lengkap dan memadai bukanlah sesuatu hal yang mudah untuk beberapa kalangan masyarakat, tidak bisa dipungkiri ada beberapa peserta didik  yang bukannya tidak mau, tetapi karena keadaan seperti sarana teknologi yang tidak memadai, sinyal yang buruk karena tinggal di daerah tertinggal, maupun keterbatasan dana untuk membeli paket data menjadikan mereka tidak sanggup berkorban akan segala keperluan pembelajaran via daring tersebut, akhirnya memilih pasrah dengan keadaan dan tidak mengikuti pembelajaran via daring lewat video conference. Bahkan, terkait masalah sinyal yang kurang bagus, beberapa peserta didik yang sudah bisa mengikuti pembelajaran via daring lewat cara ini pun juga, ada yang masih mengeluhkan bahwa selama proses pembelajaran agak terganggu dengan suara yang kadang-kadang hilang ataupun aplikasi yang keluar secara tiba-tiba. 

Contoh Pemberian Materi dan Tugas Lewat Pembelajaran Via Daring


          Terkait pembelajaran via daring, ada beberapa pendidik yang tidak menggunakan video conference untuk proses pembelajaran, tetapi lebih memilih menggunakan aplikasi hanya untuk memberikan materi. Kemudian agar menjamin peserta didik membaca dan mempelajari materi tersebut, para pendidik pun memberikan tugas terkait materi yang diberikan dan mempersilahkan para peserta didik untuk bertanya jika ada materi yang belum jelas. Pembelajaran via daring lewat cara ini memang tidak begitu membutuhkan sinyal atau paket data yang terlalu banyak, sehingga seluruh peserta didik kemungkinan dapat mengikuti pembelajaran via daring ini. Tetapi untuk beberapa pihak pembelajaran via daring lewat cara ini dirasa kurang efektif karena kurangnya interaksi antara pendidik dan peserta didik, apalagi jika ada peserta didik yang tidak bisa belajar tanpa bimbingan atau enggan bertanya membuat materi yang diberikan hanya menjadi pajangan saja. Di tambah lagi pengakuan dari peserta didik, tugas yang diberikan lewat via daring seperti ini cukup banyak dan menumpuk, hal ini membuat para peserta didik malah tertekan dan hanya mengerjakan tugas sekadarnya, bukannya mempelajari dan memahami materi yang diberikan dengan sungguh-sungguh.  
            
           Melihat permasalahan terkait pembelajaran via daring di tengah pandemi virus Corona sekarang, tidak bisa dipungkiri, itulah hal-hal yang harus bisa dibijaki secara bersama. Ada beberapa pesan dan solusi yang mungkin bisa dilakukan agar meminimalisir kekurangan pada pembelajaran via daring ini. Yang pertama mengenai masalah sinyal dan paket data, sebaiknya ada kerja sama antara Pemerintah, Perusahaan Operator Telekomunikasi, dan pihak Sekolah atau Perguruan Tinggi, dalam meminimalisir permasalahan ini. Disaat seperti inilah, Pihak Pemerintah, Perusahaan Operator Telekomunikasi, dan pihak Sekolah atau Perguruan Tinggi harus berani bekerja sama dan memberikan bantuan subsidinya berupa pulsa, sinyal, maupun paket data yang memadai kepada peserta didik maupun pendidik yang selama hampir satu bulan ini telah melakukan pembelajaran via daring terutama lewat video conference. Pihak Sekolah atau Perguruan Tinggi bisa mengalihkan dana yang pada mulanya untuk air, listrik, maupun wifi, untuk menunjang pembelajaran via daring terutama lewat video conference yang lebih efektif agar berjalan dengan baik tanpa ada permasalahan lagi. Hal ini bisa dibijaksanai kedepannya, karena di kondisi saat ini, listrik, air, dan wifi di sekolah, sudah jarang atau bahkan tak terpakai. Untuk beberapa peserta didik yang  memiliki teknologi yang kurang memadai, bisa melapor kepada pendidik terkait masalahnya agar nanti bisa dibijaksanai dengan memberikan materi lewat aplikasi saja tanpa video conference. Dan yang kedua terkait pembelajaran via daring tanpa video conference, sebaiknya para pendidik memberikan tugas secukupnya saja agar para peserta didik tidak tertekan, dan apabila ingin memastikan peserta didik belajar materi yang diberikan dan memancingnya agar memberikan tanggapan, lebih baik pendidik memberikan tugas kepada seluruh peserta didik secara wajib agar membahas materi yang diberikan kemudian juga meminta peserta didik memberikan tanggapan terkait materi tersebut secara langsung, seperti apa implementasi materi itu dalam kehidupan, dan apa implikasinya. Kemudian peserta didik lain dapat memberikan sanggahan atau tanggapan berbeda terhadap tanggapan temannya sehingga ada diskusi didalam pembelajaran via daring. Dan dalam pembelajaran ini, akan lebih efektif jika dilakukan dalam sebuah grup chat seperti WhatsApp. Dalam pembelajaran via daring itu, bisa juga diselingi dengan pemberian video lucu atau stiker sehingga proses pembelajaram via daring tidak membosankan dan kaku, malah justru mengarah ke hal yang menyenangkan. 

            Tidak hanya pendidik yang menjadi bahan acuan, dalam pembelajaran via daring ini, peran peserta didik juga harus terlibat dan aktif selama proses pembelajaran. Jangan sampai sinyal atau paket data dijadikan alasan untuk tidak mengikuti pembelajaran via daring, padahal sejatinya memang malas untuk belajar, atau yang lebih parah, berbohong kepada orang tua mengatakan sedang belajar online padahal sedang bermain game online. Mendset yang mengatakan kondisi saat ini adalah libur harus dihapus dan peserta didik harus lebih menghargai para pendidik yang sudah berusaha keras untuk tetap memberikan materi walau di tengah kondisi saat ini. Karena tidak bisa dipungkiri, banyak pendidik yang merelakan waktunya untuk belajar secara sungguh-sungguh menggunakan aplikasi dan menyiapkan materi agar bisa melaksanakan proses pembelajaran via daring.
           
             Jadi dalam kondisi pandemi virus Corona saat ini, semua pihak harus tetap mengikuti intruksi pemerintah untuk tetap dirumah dan menjaga kebersihan. Terutama masyarakat yang bergelut dalam dunia pendidikan, agar mensyukuri dan tetap melaksanakan pembelajaran via daring ini sebagaimana mestinya di rumah masing-masing. Segala kekurangan pembelajaran via daring ini bisa dibijaki secara bersama seperti saran sebelumnya. Kemudian setiap komponen bisa mengambil sisi positif dari pembelajaran via daring ini sambil berdoa agar kondisi saat ini cepat berlalu, dan pembelajaran seperti semula dengan berinteraksi secara langsung di sekolah atau kampus bisa berjalan lagi sebagai mana mestinya.



                                                                Sumber Refrensi             
          
Aco, Hasanudin. 2020. Tribunnews.com. Mendikbud Nadiem Dorong Pembelajaran Daring Bagi Kampus di Wilayah Terdampak Corona. [Online] 16 Maret 2020. [Diakses: 8 April  2020] https://www.tribunnews.com/nasional/2020/03/16/mendikbud-nadiem-dorong-pembelajaran-daring-bagi-kampus-di-wilayah-terdampak-corona?page=1.

CNN, I., 2020. Eksklusif: Update Corona 7 April: 2.738 Kasus, 221 Meninggal, 204 Sembuh, s.I.: s.n.

Limanjaya, Fileo. Apa Sih Pengaruh Kemajuan Teknologi Terhadap Kehidupan Masyarakat? . Kompasiana. [Online] 14 Mei 2017. [Di akses: 8 April 2020] https://www.kompasiana.com/fileolimanjaya/5918608ff17a61e90ea57e69/apa-sih-pengaruh-kemajuan-teknologi-terhadap-kehidupan-masyarakat.




            Di akhir tulisan ini, penulis mengajak kawan-kawan yang membaca tulisan ini agar berdoa bersama sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing agar pandemi corona ini bisa cepat hilang dan kondisi bisa semakin membaik, svaha. 

            Lokah Samastha Sukhino Bhavantu” Semoga alam semesta beserta isinya senantiasa berbahagia ^_^.  Om Santih Santih Santih Om”


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

TEORI BELAJAR KONTRUKTIVISME